Relevansi Spiritualitas Pendidikan Islam dalam Mengatasi Krisis Mental Generasi Digital

  • Nur Cita Qomariyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Spiritualitas pendidikan, KH. Hasyim Asy’ari, krisis mental, generasi digital, pendidikan Islam.

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, namun pada saat yang sama memunculkan berbagai persoalan psikologis dan spiritual, terutama pada generasi muda. Meningkatnya fenomena kecemasan, kesepian, depresi, krisis identitas, dan kehilangan makna hidup menunjukkan bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan batin manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi spiritualitas pendidikan Islam sebagai solusi terhadap krisis mental generasi digital melalui kajian pemikiran pendidikan Islam yang menekankan adab, penyucian jiwa, keteladanan pendidik, dan orientasi transendental dalam proses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), paradigma konstruktivistik, serta metode deskriptif-analitis dan interpretatif-kritis. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik analisis isi dan kontekstualisasi terhadap realitas pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Nilai adab, keteladanan, dan kesadaran transendental terbukti relevan untuk memperkuat ketahanan mental, mengurangi dampak negatif budaya digital, serta membangun makna hidup yang lebih mendalam. Selain itu, implementasi spiritualitas pendidikan dapat dilakukan melalui penguatan budaya sekolah religius, pembelajaran berbasis keteladanan, dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, spiritualitas pendidikan Islam dapat menjadi paradigma alternatif dalam membangun kesehatan mental generasi digital secara holistik, humanis, dan transformatif.

References

Abdullah, M. Amin. Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin: Metode Studi Agama dan Studi Islam di Era Kontemporer. Yogyakarta: IB Pustaka, 2020.
A’la, Abd. Pendidikan Islam Tradisional dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
Ainiyah, Nur. “Pembentukan Karakter melalui Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Al-Ulum 13, no. 1 (2013): 25–38.
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Islam and Secularism. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), 1993.
———. The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC, 1991.
Arifin, Syamsul. “Spiritualitas Islam dan Kesehatan Mental dalam Perspektif Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 15, no. 2 (2018): 145–160.
Asy'ari, Hasyim. 2021. Adab al-'Alim wa al-Muta'allim. Jombang: Maktabah al-Turats al-Islami.
Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana, 2013.
Azra, Azyumardi. 2012. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.
Bauman, Zygmunt. Liquid Modernity. Cambridge: Polity Press, 2000.
Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing, 2015.
Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. California: Sage Publications, 2014.
Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2019.
Fawaid, Ahmad. “Pemikiran Pendidikan KH. Hasyim Asy’ari dan Relevansinya terhadap Pendidikan Modern.” Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 1 (2019): 77–92.
Fitriani, Siti. “Krisis Mental Generasi Digital dalam Era Media Sosial.” Jurnal Psikologi Islam 8, no. 2 (2021): 101–118.

Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum, 2005.
Hasanah, Uswatun. “Nilai Adab dalam Pendidikan Islam Perspektif KH. Hasyim Asy’ari.” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 1 (2021): 55–70.
Hasyim Asy’ari, Muhammad. Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim. Jombang: Maktabah al-Turats al-Islami, t.t.
Hidayat, Komaruddin. “Agama dan Kesehatan Mental di Era Modern.” Jurnal Studia Islamika 12, no. 2 (2005): 201–220.
Kaelan. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma, 2012.
Mahfud, Choirul. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. California: Sage Publications, 2014.
Muali, Chusnul, dan Fathor Rosi. “Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren dalam Menghadapi Era Digital.” Tadris: Jurnal Pendidikan Islam 14, no. 1 (2019): 1–17.
Nasr, Seyyed Hossein. Islamic Spirituality: Foundations. New York: Routledge, 2007.
Nata, Abuddin. 2016. Pendidikan Islam di Era Global. Jakarta: Prenadamedia Group.
Pargament, Kenneth I. 2011. Spiritually Integrated Psychotherapy: Understanding and Addressing the Sacred. New York: Guilford Press.
Qomar, Mujamil. Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga, 2005.
Roqib, Moh. “Pendidikan Spiritual Profetik dalam Tradisi Pesantren.” Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan 16, no. 2 (2018): 233–248.
Sutrisno. “Modernitas Digital dan Krisis Moral Generasi Milenial.” Jurnal Sosiologi Reflektif 14, no. 1 (2020): 89–104.
Tilaar, H. A. R. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
Twenge, Jean M. iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy. New York: Atria Books, 2017.
World Health Organization. World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All. Geneva: WHO, 2022.
Yusuf, Syamsu. “Kesehatan Mental Perspektif Psikologi dan Pendidikan Islam.” Jurnal Psikologi Pendidikan Islam 5, no. 2 (2017): 133–149.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2014.
Published
2026-05-30