Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Eceng Gondok Menjadi Produk Kerajinan Bernilai
Abstract
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dikenal sebagai gulma air yang kerap menghambat kegiatan pertanian dan perikanan di Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Desa ini memiliki potensi lokal berupa eceng gondok yang belum dimanfaatkan secara optimal dan justru dianggap sebagai limbah pengganggu. Masalah utama yang dihadapi masyarakat meliputi rendahnya pemahaman terhadap nilai ekonomi eceng gondok, minimnya keterampilan pengolahan, belum terbentuknya kelompok usaha mandiri, serta keterbatasan akses dan pengetahuan mengenai pemasaran digital. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis pengolahan eceng gondok, penguatan kapasitas pemasaran digital, serta pembentukan kelompok usaha berbasis potensi lokal. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tanaman ini diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi sebagai bentuk pemberdayaan warga dan peningkatan taraf hidup. Sasaran utamanya adalah kelompok ibu rumah tangga dan pemuda desa yang memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif. Hasilnya, warga mengalami peningkatan pengetahuan, dan kesadaran ekonomi. Mereka juga punya kemampuan dalam mengubah eceng gondok menjadi produk seperti tas, tikar, dan keranjang. Selain itu, mereka mulai memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk secara daring. Program ini menunjukkan bahwa sumber daya lokal yang dianggap sebagai limbah ternyata dapat dimanfaatkan menjadi potensi ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif desa Godog.
References
Fitriani, E., & Ramdani, R. (2020). Pemanfaatan Eceng Gondok Menjadi Produk Kerajinan Tangan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 123–130.
Hermawan, A. (2019). Digital Marketing: Strategi Pemasaran Produk Era Digital. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Hidayat, A. R. T. (2011). Ekonomi Kreatif: Ekspresi Anak Muda, Tantangan dan Peluang di Era Global. Yogyakarta: Kanisius.
Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan. (2020). Pedoman Pemanfaatan Tanaman Invasif Eceng Gondok. Jakarta: KLHK.
Kurniawan, R. (2021). Mahir Digital Marketing: Panduan Lengkap Strategi Pemasaran Online. Bandung: Informatika.
Maulana, H. (2021). Strategi Bisnis dan Pemasaran Digital di Era Industri 4.0. Yogyakarta: Deepublish.
Pohan, H. S. (2022). Strategi Digital Marketing di Era Ekonomi Digital. Medan: USU Press.
Pranoto, H. (2017). Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal. Yogyakarta: Deepublish.
Prasetyo, B., & Widiyanto, T. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Anyaman Eceng Gondok di Desa Pinggir Kali. Jurnal ABDIMAS, 3(1), 45–52.
Rosari, E. D. (2015). Kreatif Mengolah Limbah Tanaman Menjadi Produk Bernilai Jual. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, R. (1997). Budidaya Tanaman Air. Yogyakarta: Kanisius.
Soemarwoto, O. (2001). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.
Sulastri, S. (2019). Pemanfaatan Limbah Tanaman Air untuk Produk Kerajinan. Bandung: Alfabeta.
Suratman, S. (2016). Pemanfaatan Eceng Gondok untuk Industri Kerajinan dan Energi Alternatif. Yogyakarta: Deepublish.
Sutedi, A. (2020). Digital Marketing untuk Pemula: Panduan Praktis Meningkatkan Penjualan Online. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Syaifuddin, A. (2020). Pemasaran Digital (Digital Marketing): Konsep, Strategi dan Studi Kasus. Jakarta: Bumi Aksara.
Copyright (c) 2025 avif alfiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
- Semua artikel yang termuat dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat dilindungi oleh Undang-Undang dan dilarang mengutip atau mengkopi artikel untuk kepentingan komersial tanpa persetujuan editor jurnal .
- Jika anda menemukan beberapa artikel yang diterbitkan di Jurnal Pengabdian Masyarakat yang berpotensi melanggar hak cipta, silahkan bisa menghungi kami melalui kontak yang tersedia.
- Aspek hukum dan legal formal artikel di Jurnal Pengabdian Masyarakat terlisensi oleh
Creative Commons Attribution 4.0 International License. - Seluruh informasi yang termuah di Jurnal Pengabdian Masyarakat bersifat akademis, sehingga pengelola Jurnal Pengabdian Masyarakat tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat dari penyalahgunaan informasi dari jurnal ini.


